Bramitam

Braimtam Online

bramitam - bramitam

Sejumlah Tokoh akan Surati Presiden Soal Kisruh GKI Yasmin

Published on: // , , , , ,

Jakarta - Sejumlah tokoh agama, masyarakat dan anggota DPR akan menyurati Presiden RI terkait kisruh GKI Yasmin. Para tokoh akan meminta Presiden memperhatikan hak kebebasan beribadah para jemaat gereja yang kini masih disegel Pemerintah Kota Bogor.

"Kota Bogor ini kan juga bagian dari NKRI, kalau GKI Yasmin sudah menang di MA dan ikracht, walikota harus menjalankannya," kata anggota DPR Maruarar Sirait, lewat rilis yang diterima detikcom, Sabtu (1/10/2011).

Pembangunan GKI Yasmin di Jl Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor, terhambat karena Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dibekukan oleh Walikota Bogor Diani Budiarto. Meski Mahkamah Agung sudah memutuskan pencabutan pembekuan IMB itu, walikota belum juga melaksanakannya.

Ara, sapaan akrabnya, menjelaskan para tokoh yang akan menandatangi surat kepada Presiden itu adalah yang hari ini mengunjungi GKI Yasmin. Mereka antara lain, mantan Ibu Negara Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid, Romo Benny Susetyo, Alissa Wahid, Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim dan mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih.

"Ada kemungkinan kami akan mengantarkan bersama-sama surat itu," kata Ara manambahkan surat akan dibuat secepatnya.

Nusron Wahid mengatakan, kasus GKI Yasmin hanya satu dari sekian bukti bahwa Pancasila hanya bisa dijargonkan oleh para pemimpin, tanpa diimplementasikan. "Sungguh ironi para pemimpin dan Polri justru mengabaikan putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap," kata Nusron.

Soal surat kepada Presiden, politikus Golkar ini, mengatakan tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan menempuh jalur internasional, jika surat diabaikan. "Kita juga merencanakan membawa kasus ini ke pengadilan HAM internasional," cetus Nusron.



(lrn/lrn)

" Sent from Smartfren Blackberry, Hebat Cepat Hemat "

View the Original article

Bandara Moskow Dibom, Presiden Rusia Gelar Rapat Mendadak



Moskow -Presiden Rusia Dmitry Medvedev menggelar rapat mendadak tak lama setelah bandara terbesar dan tersibuk di Rusia dibom oleh terduga teroris. Medvedev berjanji akan menyelidiki insiden yang sementara ini telah menewaskan 31 orang tersebut.

Seperti diberitakan CNN, Medvedev menggelar rapat di Kantor Presiden setempat. Dalam rapat tersebut, dia berjanji akan memberikan hukuman yang berat bagi pelaku peledakan bom.

"Para pelaku pembomam akan kita beri hukuman yang setimpal," kataya seperti dilansir reuters, Senin (24/1/2011).

Akibat ledakan bom itu, pemerintah setempat langsung menutup bandara tersibuk di Rusia itu. Pesawat-pesawat yang seharusnya mendarat di bandara tersebut dialihkan ke sejumlah bandara lain di Moskow. Jadwal-jadwal penerbangan langsung dibatalkan.

Ledakan bom dipastikan dilakukan kelompok teroris. Mereka melakukannya dengan modus bom bunuh diri. Bom itu diledakaan di area pengambilan bagasi di terminal kedatangan internasional. Hingga saat ini, aparat kepolisian menjaga ketat bandara tersebut.

(anw/asy)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga : Ledakan di Bandara Moskow Berasal dari Pengambilan Bagasi InternasionalBandara Moskow Diledakkan Teroris dengan Modus Bom Bunuh Diri Bom Meledak di Bandara Moskow, 31 Orang Tewas Bom Mobil Meledak di Rusia, Seorang Menteri Terluka Share Tutup   Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share to Twitter:

You are redirected to Twitter

  Share via Email:

Share via Email


To: Separate email addresses with commas (,)
From: Your email address
Message:
 



View the Original article

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!