Polemik Pulau Padang, Kemenhut Dianggap Penakut
Pekanbaru - Polemik sengketa lahan di Pulau Padang, Kabupaten Meranti, Riau, Kemenhut dinilai penakut. Hanya karena ada tekanan kecil aksi jahit mulut lantas mencabut izin sementara PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
"Kita merasa aneh juga melihat Kemenhut ini, masak karena ada tekanan sekelompok warga yang melakukan aksi jahit mulut langsung kendor. Langsung keluarkan izin pencabutan sementara. Kalau seperti ini bukan menyelesaikan persoalan," kata Asisten I Pemkab Meranti, Nuriman Alkhoir dalam diskusi tentang polemik Pulau Padang, di Hotel Premiere, Jumat (27/01/2012) di Pekanbaru.
Menurut Nuriman yang juga Ketua Tim Terpadu penyelesaikan konflik lahan sekelompok warga dengan PT Riaupulp, menyebut menuntaskan masalah harus penegakan hukum.
"Kalau kita bicara hukum, tentu semuanya akan bisa terselesaikan. Kalau memang secara hukum, ada kesalahan yang dilakukan RAPP, ya wajib kita berikan teguran. Tapi dalam masalah konflik ini, kita juga bingung, tanpa ada kesalahan perusahaan Kemenhut mencabut izin sementara," kata Nuriman.
Nuriman menyebut, saat ini hanya ada 3 desa yang menolak RAPP yang melakukan aksi jahit mulut di Jakarta. Dalam konflik lahan ini tidak terlepas adanya spekulan penguasaan lahan.
Termasuk kelompok Serikat Tani Riau (STR) yang belakangan berganti nama lagi, lanjut Nuriman, juga mengklaim tanah. Ketika ditanya surat-suratnya, ternyata tidak lengkap.
"Bagaimana mungkin kita bisa proses kalau tidak lengkap. Lantas dari sana mereka memberitahukan akan melakukan aksi demo dan aksi jahit mulut di Jakarta. Ini semua soal perang opini saja. Jadi kita juga bingung maunya apa ya," kata Nuriman.
Karena aspirasi STR kurang ditanggapi, lanjut Nuriman, lantas mereka menggiring opini pembukaan HTI PT RAPP akan menenggelamkan Pulau Padang.
"Saya mikir, apa iya ada perusahaan mau investasi ratusan miliar di Pulau Padang, kalau ternyata pulaunya akan tenggelam. Masak iya akan tenggelam," kata Nuriman.
Menurut Nuriman, sejak awal akan masuknnya PT RAPP di Pulau Padang, timbul spekulan-spekulan tanah. Banyak warga membeli lokasi tanah yang akan dijadikan HTI. Pembelian tanah itu dilakukan dengan surat tanah bermodalkan surat kepala desa. Harganya paling murah Rp2 juta perhektar.
"Ini banyak dilakukan agar lahan itu nantinya diganti rugi PTRAPP dengan harga yang lebih mahal lagi. Ini sepkulasi yang banyak dilakukan warga termasuk pejabat di lingkungan Pemkab Meranti. Jadi memang banyak persoalan yang muncul kemudian setelah kehadiran RAPP. Ini fakta, bukan saya rekayasa," kata Nuriman.
(cha/gah) Baca Juga Keluarga Tuding Polisi Salah Tangkap Tersangka yang Tewas di SelPolda Sumbar Periksa 9 Polisi Terkait Tewasnya Kakak-Beradik FS & G Sebelum Ambil Mayat Kakak Beradik G & FS, Keluarga Diminta Teken Surat Damai PolisiKakak Beradik G & FS Tewas di Penjara, Ditemukan Bekas Penganiayaan
.sharemenu ul, .sharemenu ul li
View the Original article
"Kita merasa aneh juga melihat Kemenhut ini, masak karena ada tekanan sekelompok warga yang melakukan aksi jahit mulut langsung kendor. Langsung keluarkan izin pencabutan sementara. Kalau seperti ini bukan menyelesaikan persoalan," kata Asisten I Pemkab Meranti, Nuriman Alkhoir dalam diskusi tentang polemik Pulau Padang, di Hotel Premiere, Jumat (27/01/2012) di Pekanbaru.
Menurut Nuriman yang juga Ketua Tim Terpadu penyelesaikan konflik lahan sekelompok warga dengan PT Riaupulp, menyebut menuntaskan masalah harus penegakan hukum.
"Kalau kita bicara hukum, tentu semuanya akan bisa terselesaikan. Kalau memang secara hukum, ada kesalahan yang dilakukan RAPP, ya wajib kita berikan teguran. Tapi dalam masalah konflik ini, kita juga bingung, tanpa ada kesalahan perusahaan Kemenhut mencabut izin sementara," kata Nuriman.
Nuriman menyebut, saat ini hanya ada 3 desa yang menolak RAPP yang melakukan aksi jahit mulut di Jakarta. Dalam konflik lahan ini tidak terlepas adanya spekulan penguasaan lahan.
Termasuk kelompok Serikat Tani Riau (STR) yang belakangan berganti nama lagi, lanjut Nuriman, juga mengklaim tanah. Ketika ditanya surat-suratnya, ternyata tidak lengkap.
"Bagaimana mungkin kita bisa proses kalau tidak lengkap. Lantas dari sana mereka memberitahukan akan melakukan aksi demo dan aksi jahit mulut di Jakarta. Ini semua soal perang opini saja. Jadi kita juga bingung maunya apa ya," kata Nuriman.
Karena aspirasi STR kurang ditanggapi, lanjut Nuriman, lantas mereka menggiring opini pembukaan HTI PT RAPP akan menenggelamkan Pulau Padang.
"Saya mikir, apa iya ada perusahaan mau investasi ratusan miliar di Pulau Padang, kalau ternyata pulaunya akan tenggelam. Masak iya akan tenggelam," kata Nuriman.
Menurut Nuriman, sejak awal akan masuknnya PT RAPP di Pulau Padang, timbul spekulan-spekulan tanah. Banyak warga membeli lokasi tanah yang akan dijadikan HTI. Pembelian tanah itu dilakukan dengan surat tanah bermodalkan surat kepala desa. Harganya paling murah Rp2 juta perhektar.
"Ini banyak dilakukan agar lahan itu nantinya diganti rugi PTRAPP dengan harga yang lebih mahal lagi. Ini sepkulasi yang banyak dilakukan warga termasuk pejabat di lingkungan Pemkab Meranti. Jadi memang banyak persoalan yang muncul kemudian setelah kehadiran RAPP. Ini fakta, bukan saya rekayasa," kata Nuriman.
(cha/gah) Baca Juga Keluarga Tuding Polisi Salah Tangkap Tersangka yang Tewas di SelPolda Sumbar Periksa 9 Polisi Terkait Tewasnya Kakak-Beradik FS & G Sebelum Ambil Mayat Kakak Beradik G & FS, Keluarga Diminta Teken Surat Damai PolisiKakak Beradik G & FS Tewas di Penjara, Ditemukan Bekas Penganiayaan
.sharemenu ul, .sharemenu ul li
View the Original article






Berita LainnyaBaca KomentarKirim KomentarBerita Lainnya: PT Astra Main Dealer Honda Wilayah Kedu dan Daerah Istimewa Yogyakarta mulai memasarkan produk terbaru Honda CBR 250R untuk memenuhi keinginan masyarakat penggemar motor sport di wilayah ini.">Honda CBR 250R Mulai Dipasarkan di DIY Volkswagen membenarkan bahwa mereka akan memasuki arena "World Rally Championship" (WRC) dengan Polo WRC pada tahun 2013.">VW Masuki Dunia Reli Versi kabriolet dari Mercedes SLS AMG bertenaga V8 diperlihatkan menjelang diluncurkan pada bulan September.">SLS AMG Roadster Diuji Coba Penjualan Daihatsu naik 129% jika dibandingkan dengan periode Januari � April tahun lalu. Penyumbang penjualan Daihatsu terbesar masih dipegang oleh Daihatsu Xenia dengan kontribusi sebesar 51% atau 5.531 unit dari total penjualan Daihatsu.">Xenia Tetap Andalan Daihatsu Toyota Yaris memimpin di pasar 4x2 medium compact kuartal I yaitu sebanyak 6.880 unit, dengan kontribusi penjualan April sebanyak 1.566 unit. dan merupakan rekor penjualan kuartal I tertinggi sejak Yaris di luncurkan.">Yaris Paling Laris Judul di atas tak salah. Toyota Corolla kalahkan Ferrari F430. Bukan dalam soal harga yang lebih murah lho, tapi dalam adu kebut. Lha kok Bisa?Bisa saja, soalnya balap tersebut agak unik. Bukan adu cepat ke depan tapi ke belakang alias adu cepat mundur.">Corolla Kalahkan FerrariKomentar PembacaKirim Komentar AndaNama:Email:




` 



