Bramitam

Braimtam Online

bramitam - bramitam

Putri Rainun dan Rajo Muda

Published on: //
Putri Rainun dan Rajo Mudo adalah sepasang kekasih dari tanah Jambi. Pasangan ini memang sangat serasi. Putri Rainum memiliki paras yang cantik jelita dan berbudi luhur. Demikian pula Rajo Mudo yang berwajah tampan dan cerdas. Hanya saja, perbedaan keturunan menjadi halangan di antara mereka. Putri Rainum keturunan bangsawan yang kaya-raya, sedangkan Rajo Mudo berasal dari kalangan rakyat biasa. Suatu ketika, saat Rajo Mudo pergi merantau untuk menambah keilmuannya, datanglah seorang pemuda kaya bernama Biji Kayo untuk melamar Putri Rainun. Apakah Putri Rainun menerima lamaran itu? Lalu, bagaimana dengan Rajo Mudo? Simak kisahnya dalam cerita Putri Rainun dan Rajo Mudo berikut ini! * * * Dahulu, di Jambi ada seorang putri bangsawan bernama Putri Rainun. Ia adalah gadis yang cantik, anggun, dan memiliki perangai yang baik. Kecantikan dan keelokan budinya kerap menjadi buah bibir. Sudah banyak pemuda maupun putra bangsawan yang datang melamarnya, namun semuanya ditolak. Rupanya, Putri Rainun telah memiliki kekasih bernama Rajo Mudo, seorang pemuda tampan dari kalangan orang biasa. Selain tampan, pemuda dambaan hati sang putri itu juga memiliki sifat yang baik, alim, dan berilmu. Suatu waktu, Rajo Mudo berniat pergi merantau untuk menambah ilmu pengetahuannya. Niat itu pun ia sampaikan kepada kekasihnya, Putri Rainun. “Wahai Dinda, permata hati Kanda. Kanda ingin ke negeri seberang untuk menimba ilmu,” kata Rajo Mudo, “Jika Dinda mengizinkan, Kanda akan berlayar dengan kapal yang akan berangkat besok pagi.” “Iya, Kanda. Dinda merestui kepergian Kanda. Tapi, jangan lupa cepat kembali, Dinda tidak ingin berlama-lama berpisah dengan Kanda,” ujar Putri Rainun. “Baiklah, Dinda. Kanda akan segera kembali. Jika kita memang berjodoh, Tuhan pasti akan mempertemukan kita kembali,” kata Rajo Mudo. Keesokan harinya, Rajo Mudo pun berlayar menuju ke negeri seberang. Putri Rainun, tak kuasa menahan air mata melepas kepergian kekasih hatinya. Putri cantik itu pun baru meninggalkan pelabuhan setelah kapal yang ditumpangi Rajo Mudo hilang dari pandangannya. Berita tentang kepergian Rajo Mudo pun tersebar. Tentu saja berita tersebut membuat banyak pemuda merasa gembira karena mendapat kesempatan untuk mendapatkan Putri Rainun. Mereka pun berlomba-lomba merayu untuk mengambil hati sang Putri. Namun karena keteguhan sang Putri mempertahankan cintanya kepada Rajo Mudo, semua rayuan para pemuda itu ditampiknya. Waktu terus berjalan. Sudah berbulan-bulan Rajo Mudo berada di perantauan, namun tak ada kabar apapun tentang dirinya. Putri Rainun pun mulai cemas. Hatinya selalu gelisah menanti kedatangan kekasihnya. Sebagai obat pelipur lara, sang putri mengisi hari-harinya dengan mengayak padi. Suatu hari, seorang pemuda melintasi rumah Putri Rainun. Pemuda yang bernama Biji Kayo itu terpikat ketika melihat kecantikan sang Putri. Biji Kayo adalah anak orang kaya raya, tetapi memiliki tabiat yang buruk. Ia dikenal sebagai lelaki hidung belang yang suka mengganggu gadis-gadis. Memang, ia amat pandai membujuk dan mengambil hati orang lain. Keesokan harinya, Biji Kayo mendatangi rumah Putri Rainun. Namun, ia tidak langsung menyampaikan lamarannya kepada sang Putri. Ia tahu bahwa sang Putri sudah punya kekasih, yakni Rajo Mudo. Untuk itu, ia mendekati ibunda Putri Rainun. Dengan bujuk rayuannya, ia pun berhasil menghasut ibunda sang Putri. “Baiklah, Biji Kayo. Aku akan mencoba membujuk putriku agar mau menerima lamaranmu,” ujar ibu Putri Rainun. Mendapat jawaban itu, Biji Kayo tersenyum lalu berpamitan pulang ke rumahnya. Pada malam harinya, sang ibunda mulai membujuk putrinya. “Ketahuilah, Putriku! Pemuda yang bernama Biji Kayo itu anak orang kaya. Ibu pikir, ia sangat cocok menjadi pendamping hidupmu daripada Rajo Mudo,” ujar sang ibu, “Ia seorang pemuda yang serba berkecukupan, sedangkan Rajo Mudo hanya seorang rakyat biasa yang serba kekurangan. Lagi pula, Rajo Mudo tidak ada kabar beritanya hingga saat ini. Atau jangan-jangan, dia telah menikah dengan gadis lain di negeri seberang sana.” “Bu, tolong jangan banding-bandingkan Biji Kayo dengan Rajo Mudo,” ujar Putri Rainun, “Meskipun Rajo Mudo tak memiliki harta yang melimpah, ia pemuda yang baik hati. Saya amat mencintainya, Bu.” Demikian seterusnya, Putri Rainun selalu menolak lamaran Biji Kayo. Namun, ia terus dibujuk dan dirayu oleh ibunya. Demi membahagiakan ibunya, maka terpaksalah ia menerima lamaran tersebut. Seminggu kemudian, pernikahan mereka pun dilangsungkan dengan meriah. Di atas pelaminan, Biji Kayo terlihat tersenyum bahagia, sementara Putri Rainun tampak sedih. Ia merasa amat bersalah sekali karena telah mengkhianati cinta Rajo Mudo. Usai menikah, pasangan pengantin baru itu tinggal di sebuah rumah mewah. Namun, Putri Rainun tak mau bertegur sapa dengan Biji Kayo. Bahkan, ia tidak mau tidur satu kamar dengan lelaki yang telah menjadi suaminya itu. Sementara itu, Rajo Mudo telah kembali dari perantauan. Hatinya pun hancur berkeping-keping saat mengetahui kekasihnya telah menikah dengan lelaki lain. Ia pun mengundang Putri Rainun untuk bertemu di suatu tempat. Namun, hanya seorang dayang sang Putri yang datang menemuinya. “Hai, Dayang. Mana Putri Rainun?” tanya Rajo Mudo. “Maaf, Tuan. Tuan Putri malu bertemu dengan Tuan. Makanya, beliau mengutus saya,” jawab dayang itu, “Kalau boleh tahu, kenapa Tuan ingin bertemu Tuan Putri?” Rajo Mudo menghela nafas sejenak. Ia lalu menjawab pertanyaan itu. “Tidak apa-apa, Dayang. Sampaikan saja salamku kepada Putri,” jawab Rajo Mudo, “Oh iya, tolong berikan cincin ini kepada Tuan Putri.” “Baik, Tuan,” jawab dayang itu seraya berpamitan. Setiba di rumah tuannya, sang dayang langsung menyerahkan cincin itu kepada Putri Rainun. Betapa sedihnya sang Putri saat menerima cincin itu. Ia berpikir bahwa Rajo Mudo merasa kecewa karena dikhianati cintanya. Padahal, dirinya menikah Biji Kayo karena terpaksa. “Maafkan Dinda. Dinda tidak bermaksud mengkhianati Kanda. Dinda melakukan ini karena terpaksa,” kata Putri Rainum dalam hati. Merasa telah mengecewakan Rajo Mudo, Putri Rainun pun bunuh diri. Sang ibunda menjerit histeris ketika mengetahui putrinya telah mati. Namun, ia tampak terkejut ketika melihat ada cincin pemberian Rajo Mudo melingkar di jari manis anaknya. Sang ibu pun sadar bahwa ternyata putrinya menikah terpaksa dengan Biji Kayo. Ia merasa amat menyesal atas pernikahan putrinya tersebut. Saat upacara pemakaman Putri Rainun berlangsung, Rajo Mudo pun hadir. Ia sangat terpukul atas kejadian yang menimpa kekasihnya. Usai upacara pemakaman, ketika seluruh pelayat sudah meninggalkan areal makam, Rajo Mudo masih duduk termenung di samping kuburan sang Putri. Ia merasa bahwa suatu hari nanti kekasihnya akan hidup kembali. Suatu hari, Rajo Mudo kembali menjenguk makam Putri Rainun. Tiba-tiba muncul setangkai bunga ilalang dari makam sang Putri. Bunga ilalang itu kemudian diterbangkan angin sehingga melayang-layang di udara. “Aku yakin, bunga ilalang itu pastilah penjelmaan Putri Rainun,” gumam Rajo Mudo. Rajo Mudo pun segera mengejar bunga ilalang itu hendak menangkapnya. Namun, seorang pelayan setia Putri Rainun tiba-tiba muncul dan mendahuluinya menangkap bunga ilalang itu. “Sebaiknya bunga ilalang ini kita bawa ke Nenek Rubiah yang sakti itu,” ujar si dayang. Akhirnya, Rajo Mudo dan si dayang membawa bunga ilalang itu ke rumah Nenek Rubiah. Setiba di sana, mereka pun menceritakan semua peristiwa yang terjadi di makam Putri Rainun. Setelah itu, Rajo Mudo meminta kepada Nenek Rubiah agar mengubah bunga ilalang menjadi Putri Rainun. “Nek, tolong ubah bunga ilalang ini! Aku yakin bunga ini penjelmaan Putri Rainun,” pinta Rajo Mudo. Nenek Rubiah pun segera memanterai bunga ilalang itu. Sungguh ajaib, dari kelopak bunga itu ilalang itu muncullah Putri Rainun. Alangkah senangnya hati Rajo Mudo. Ia pun langsung memeluk kekasihnya itu. Akhinya, kedua pasangan kekasih tersebut menikah dan mereka pun hidup berbahagia selamanya. * * * Demikian cerita Putri Rainun dan Rajo Mudo dari Jambi. Pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah bahwa cinta tidak boleh dipaksakan karena akan mengakibatkan kehidupan yang tidak bahagia seperti yang terjadi pada Putri Rainun. Akibatnya, sang putri pun mengakhiri hidupnya. Untung, ia masih bisa dihidupkan kembali dan menikah dengan orang dicintainya. sumber

Lambretta, Legenda Italia kini buatan Taiwan

Published on: // , , , ,
Lambretta, Legenda Italia kini buatan Taiwan - IIMS 2011 - Otomotif ANTARA News HomeUmumGo GreenPrototypeSerba-serbiAksesorisAuto FinanceGaleri FotoVideoLambretta, Legenda Italia kini buatan TaiwanSelasa, 27 September 2011 22:02 WIB | Dilihat 3907 Kali(lambrettamotorcycles.com)

Berita Terkait Honda kembangkan mesin skuter 125ccPiaggio, Skuter, dan Vespa!Honda Segera Pasarkan Skuter EV-NeoTaiwan Pimpin Produksi Skuter ElektrikSepeda motor Andalan PiaggioGallery Foto TerkaitJakarta (ANTARA News) - Lambretta pernah jadi  raja skuter bersama "saudaranya" sesama asal Italia, Vespa.

Vespa hingga sekarang masih berproduksi sejak 65 tahun kelahirannya. Lambretta bernasib lain. Dia berakhir di awal dasawarsa 70-an.

Ketika itu pabrik pembuatnya, Innocenti, mendapat lisensi untuk membuat kendaraan untuk perusahaan otomotif asal Inggris, British Leyland. Innocenti dibeli satu perusahaan Inggris yang kemudian memandang skuter tak layak lagi diproduksi. Lambretta terakhir dibuat tahun 1972.

Selanjutnya pemilik merek Lambretta terus berpindah tangan.

Kini, Lambretta Motolife Italia SpA, perusahaan asal Roma, merancang Lambretta baru dan ditujukan jadi pesaing langsung Vespa.

Jajaran Lambretta baru, salah satunya LN 125, penampilannya mirip dengan buatan tahun 60-an. Beda dengan Vespa GTS 125 yang jauh dari penampilan pendahulunya.

Lambretta mengusung mesin otomatis 4 langkah, satu silinder mesin. Top speed-nya 55 mph dengan kapasitas tangki 1,3 galon/90 mil.

Pembuatannya dilakukan di Taiwan, tepatnya di pabrik milik perusahaan Sym. Perusahaan itu juga merakit mesin Lambretta.

Panel body-nya terbuat dari baja. Harga LN 125 di Inggris sekitar 3300 pound (setara rp46juta). Mesin juga tersedia dalam kapasitas 50cc dan 150 cc.
(A038) 

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2011

Kirim KomentarCetakEmailKomentar PembacaTerpopulerDatsun muncul lagi?Fiat 500 "Taklukkan" AmerikaGeneral Motors perkenalkan air bag ...Spektronics-3 ITS sempat rusak di ...LG "Hadang" BMW dan AudiUmumDatsun muncul lagi?Datsun muncul lagi setelah "tidur" selama 30 tahun. Majalah Auto Express ...Fiat 500 "Taklukkan" AmerikaCukup enam bulan bagi Italia Fiat 500 untuk menaklukkan Amerika Serikat. ...Galeri FotoMini CarbioMini Cooper S Hatch Grand New Kijang InnovaSubaru Outback 3.6RVideoKRI Tj. Nusanive Berangkat Ke PadangKRI Tj. Nusanive Berangkat Ke PadangWajah Baru KopajaWajah Baru KopajaPilot Garuda Akan Mogok TerbangPilot Garuda Akan Mogok TerbangSolusi Murah Onderdil MotorSolusi Murah Onderdil MotorANTARA News
Copyright © 2011HomeUmumGo GreenPrototypeSerba-serbiAksesorisAuto FinanceGaleri FotoVideoRSSTentang KamiKetentuan PenggunaanFotoTVRilis PersRSS FeedForum PembacaANTARA NewsANTARA FotoAsia PulseAsianetIMQOana News

View the Original article
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!